Sabtu, 23 Juli 2016

Astagfirullah.. Hanya Tidak Dibelikan ‘Rokok’ Remaja Ini Tusuk Pamannya Sendiri Hingga Tewas


Ahmad Amar Fariski (18) menikam pamannya sendiri Sutarno (50) dengan pisau berkali-kali hingga tewas. Amar yang diketahui menderita kelainan jiwa mengamuk karena tidak dibelikan rokok oleh Sutarno yang saat itu mengaku tak punya uang.

Karenanya Amar marah. Ia lalu mengambil pisau dari dalam rumah dan menghabisi pamannya dengan sejumlah luka tikaman di tubuhnya. Ibu Amar yang menyaksikan kejadian tersebut tak dapat berbuat apa-apa dan hanya berteriak histeris.

Tak lama petugas Polsek Pancoran Mas yang mendapat laporan ini, mengamankan Amar yang masih memegang pisau ke kantor polisi.

Kapolresta Depok Ajun Komisaris Besar Harri Kurniawan saat dikonfirmasi mengenai peristiwa ini, menuturkan bahwa pelaku yakni Amar Fariski diketahui menderita kelainan jiwa sejak lahir.

Karena hal itu pulalah Amar tidak pernah disekolahkan oleh keluarganya.

Dari hasil pemeriksaan saksi dan keluarga pelaku serta korban, kata Harry, diketahui bahwa pelaku mengalami kelainan jiwa kambuhan, sejak masih kecil. “Saat sakit jiwanya kambuh pelaku bisa mengamuk dan marah-marah,” kata Harry Selasa tengah malam.

Menurut Harry, dari keterangan keluarg diketahui pelaku pernah dirawat kejiwaanya di RSUD Depok selama 2 tahun saat masih remaja. Namun karena ketiadaan biaya,bperawatan kejiwaan Amar akhirnya dihentikan.

“Dan sampai sekarang tidak pernah dirawat lagi kejiwaannya,” kata Harry.

Ia mengatakan dalam undang-undang pidana, pelaku kejahatan yang mempunyai kelainan jiwa dan bisa dibuktikan dengan medis bakal tidak dapat diproses hukum.

“Kemungkinan ini yang akan terjadi pada Amar. Diamana pelaku dia tidak akan diproses hukum” kata Harry.


Baca selengkapnya, Klik...
Karenanya untuk memastikan hal itu, tambah Harry, pelaku yakni Amar Farizki yang kini ditahan di Mapolsek Pancoran Mas akan dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa kejiwaaanya.

“Pemeriksaan dilakukan dengan tes kejiwaan oleh dokter ahli jiwa. Bila terbukti ada kelainan jiwa secara medis maka pelaku tidak diproses hukum. Namun akan dirawat kejiwaannya,” kata Harry.

Menurut Harry setelah kejadian ini sejumlah keluarga pelaku dan keluarga korban, meminta pelaku untuk tidak dihukum karena sakit jiwa. “Keluarga meminta pelaku dirawat kejiwaannya,” kata Harry.

Tiaroh (70) kakek pelaku dan ayah korban mengatakan cucunya Amar, sakit jiwa sejak lahir. “Karenanya tidak pernah disekolahkan oleh anak saya,” katanya.

Menurutnya kelainan jiwa cucunya itu makin parah dalam beberapa minggu terakhir. Dimana Amar kerap mengejar hewan serta membunuhnya mulai dari kucing hingga hewan ternak tetangga yakni ayam dan bebek.

“Binatang-binatang itu dikejar jika dapat langsung dipanggang. Beberapa kali keluarga menghentikan aksinya dibantu warga di sini,” kata Tiaroh.

Karenanya kata Tiaroh, kepada polisi keluarga sudah meminta agar Amar, tidak diproses hukum. “Keluarga minta sakit jiwanya dirawat dan disembuhkan,” kata dia.
Disqus Comments